Budaya dan Pendidikan di nusantara belum dapat mengikis habit nafsu berkorupsi manusia. Sudah puluhan tahun berjalan di Indonesia merdeka, nafsu korupsi manusia Indonesia makin menjadi. Di populerkan oleh eksekutif sebagai pelaku pembangunan mengkorup habis-habisan dana pembangunan yang sebenarnya untuk kepentingan kesejahteraan manusia maupun legislatif kita sebagai pengawas pembangunan yang malah berkongsi dan bersetubuh dengan pelaku-pelaku pembangunan untuk meng"acc" menghabiskan dana pembangunan untuk kemlaratan masyarakat nusantara. Mereka makin nekad dan terang-terangan memperkaya pribadi dan keluarganya untuk melanggengakan kekuasaan untuk berkorupsi.
Budaya nusantara belum teruji kemampuannya untuk memberantas korupsi, malah secara permisif membudayakan kebiasaan buruk keong racun nafsu berkorupsi merajalela, sedangkan pendidikan juga tidak bisa mendidik pelaku subyek dan obyek pendidikan untuk tidak berhasrat untuk berkorupsi. Bagaimana tidak semua belum teruji benar keampuhan untuk memberantas korupsi dengan tujuan menyejahterakan pelaku-pelaku bermoral keong racun korupsi ini.
Budaya nusantara belum teruji kemampuannya untuk memberantas korupsi, malah secara permisif membudayakan kebiasaan buruk keong racun nafsu berkorupsi merajalela, sedangkan pendidikan juga tidak bisa mendidik pelaku subyek dan obyek pendidikan untuk tidak berhasrat untuk berkorupsi. Bagaimana tidak semua belum teruji benar keampuhan untuk memberantas korupsi dengan tujuan menyejahterakan pelaku-pelaku bermoral keong racun korupsi ini.






