Minggu, Oktober 03, 2010

Budaya & Pendidikan Belum Bisa Mengikis Nafsu Korupsi

Budaya dan Pendidikan di nusantara belum dapat mengikis habit nafsu berkorupsi manusia. Sudah puluhan tahun berjalan di Indonesia merdeka, nafsu korupsi manusia Indonesia makin menjadi. Di populerkan oleh eksekutif sebagai pelaku pembangunan mengkorup habis-habisan dana pembangunan yang sebenarnya untuk kepentingan kesejahteraan manusia maupun legislatif kita sebagai pengawas pembangunan yang malah berkongsi dan bersetubuh dengan pelaku-pelaku pembangunan untuk meng"acc" menghabiskan dana pembangunan untuk kemlaratan masyarakat nusantara. Mereka makin nekad dan terang-terangan memperkaya pribadi dan keluarganya untuk melanggengakan kekuasaan untuk berkorupsi.
Budaya nusantara belum teruji kemampuannya untuk memberantas korupsi, malah secara permisif membudayakan kebiasaan buruk keong racun nafsu berkorupsi merajalela, sedangkan pendidikan juga tidak bisa mendidik pelaku subyek dan obyek pendidikan untuk tidak berhasrat untuk berkorupsi. Bagaimana tidak semua belum teruji benar keampuhan untuk memberantas korupsi dengan tujuan menyejahterakan pelaku-pelaku bermoral keong racun korupsi ini.

Kamis, September 23, 2010

Entrepreneur Education Semakin Mendesak Diajarkan

Mengikis Budaya "Keong Racun Nafsu BerKorupsi"

Di Indonesia, pendidikan enterpreneur semakin mendesak dilakukan. Kenapa mendesak? karena competitive advantage semakin menurun. Sejarah membuktikan sebenarnya masyarakat nusantara memiliki competitive advantage enterpreneur sangat tinggi, budaya bangsa yang telah dilahirkan dan sudah mendunia sebenarnya hasil dari tempaan kekuatan budaya yang telah mendarah daging. Beberapa produk unggulan Indonesia, misal: kain batik, keris dan makanan serta minuman tradisional yang telah ada merupakan produk-produk entrepreneur yang telah dihasilkan generasi sebelumnya dengan keuletan dan ketekunan serta cita rasa berpikir kreatif.
Namun saat ini produk-produk baru kita telah kurang berkembang dan mendunia karena kegigihan dan jaringan network yang semakin lemah.
Tugas pendidikan saat ini harus mencitrakan dan menancapkan anak didik generasi baru ini untuk memiliki kekuatan-kekuatan jiwa entrepreneurship menjadi kuat dan tegar.
Kekuatan kegigihan dan keuletan anak didik generasi muda harus ditempa menjadi kuat. Dan kekuatan produk hasil berpikir dan olah yang semakin tinggi dan bercitarasa kreatif. memberikan budaya ini semakin berkembang. Tugas pendidik generasi baru ini agar memiliki nuansa pengajaran dan pembelajaran yang kuat dan berbasis entrepreneur sehingga mewujudkan anak didik bangsa kita tidak tertinggal dalam mewujudkan kekuatan bersaing di era global.

Sabtu, Maret 07, 2009

Corporate Social Responbility (CSR) pada Pendidikan




Terus Menerus untuk Meningkatkan Profesionalisme Guru

Ada banyak perusahaan yang telah menyatakan memiliki komitmen untuk melakukan CSR dan memilih pendidikan sebagai salah satu fokus perhatiannya. Kiranya masuk akal bagi banyak perusahaan untuk melakukan CSRnya dalam bidang ini mengingat bahwa pendidikan merupakan permasalahan publik yang tampaknya belum juga bisa dipecahkan dengan memuaskan oleh pemerintah. Namun, dana ini juga tak banyak yang disalurkan untuk pendidikan. Dana ini sebagian memang ada yang dialokasikan untuk lingkungan, olahraga maupun dunia hiburan. Namun, yang membuat hati pendidik miris, melihat minimnya penghargaan dari perusahaan terhadap dunia pendidikan. Kita bisa menganalogikan apabila ada atlet berprestasi saja, ada perusahaan yang berani memberi hadiah hingga Rp 1 miliar. Namun, sangat berbeda ketika yang berprestasi adalah seorang akademisi (pendidik).


Kamis, Januari 15, 2009

Guru Surabaya Berprestasi se-Indonesia 2008

Portofolio Pembelajaran Kreatif

Tahun 2008 ini bagi kami menjadi guru berprestasi yang diberikan Citi Succes Fund merupakan amanah besar bagi kami untuk menjadi cambuk untuk memberikan yang terbaik bagi nusantara dengan penelitian yang berguna bagi masyarakat.

Penelitian yang telah kami berikan :
+ Software Database Kependudukan Warga, Solusi Antisipasi Urbanisasi & Kecurangan DPT Pemilu
+ Portable Electric GrassCutter (Pemenang Guru Berprestasi se-Indonesia 2007)
+ Low Energy High Power (Re-Desain Kompor Briket Arang dan Batubara)
+ Miniatur Mencakar Langit Menahan Gempa buat Apartemen

Mengapa Guru Dituntut Kreatif ?


Sekarang, masih sedikit guru dengan prestasi yang fantastis dan produktif dalam menghasilkan banyak karya dan ciptaan yang mencengangkan bagi dunia pendidikan. Masih minim pula, guru memiliki temuan-temuan metode pembelajaran dan pengajaran, membuat alat peraga pembelajaran yang kreatif dan menarik yang mampu menarik minat muridnya menjadi gemar belajar dan sangat kreatif. Masih jarang pula ditemui guru menulis artikel di blognya dan dipublish agar dapat dibaca murid-muridnya atau rekan-rekan seprofesinnya sehingga dapat menjadi inspirasi dan sharing knowledge bagi mereka agar meningkatkan kemampuan profesionalnya. Sedikit pula guru yang mengarang buku modul/bahan ajar yang kaya warna dan kaya ragam metode pembelajaran. Bahkan sangat sulit ditemui, guru menjadi pembimbing lomba olimpiade di tingkat lokal maupun nasional yang mampu menjadikan muridnya lebih cerdas dan berprestasi. Makanya, saat ini banyak sekali guru yang tidak sekali dirindukan murid-muridnya ketika berhalangan masuk atau absen mengajar. Apa penyebabnya? Penyebabnya karena korps pahlawan tanpa tanda jasa ini disinyalir kurang kreatif dan kurang inspiratif bagi murid-muridnya.

Penerima Dana Penelitian Guru 2005, 2006, 2007

CitiSuccesFund telah memberikan dana penelitian pada kami selama 3 tahun berturut-turut untuk melakukan penelitian tindakan kelas dengan pembelajaran fisika yang menarik minat siswa dari sisi kreativitas yang diberi judul Mencakar Langit Menahan Gempa. Yaitu pembelajaran mengenai pembuatan sebuah maket dengan konsep gedung tinggi pencakar langit dengan penguat gempa. Kedua Low Energy High Power yakni pembelajaran fisika memancing minat pada bidang energi dalam rangka mencoba mere-desain alat pemasak yang memiliki wawasan hemat energi.

Surfing Internet, Go! Blog

Mendukung program satu juta blog di Indonesia

Penetrasi teknologi informasi dan komunikasi sangat cepat digunakan generasi muda kita, lebih dominannya usia pelajar. Di perkotaan saja, penggunaan short massage service (SMS) hampir 88% penggunanya usia muda untuk sarana komunikasi lewat handphone. Untuk e-mail lebih dari 65% pengguna muda usia alias pelajar menggunakan sebagai media komunikasi antar teman melalui internet baik lewat friendster, facebook maupun blogg (urutan terbanyak penggunaan)..
Angka ini lebih dominan lagi bila melihat perkembangan blogger dan friendster yang sangat fantastis di Indonesia. Saat ini saja jumlah blogger di Indonesia diperkirakan 250 ribu orang. Secara keseluruhan ada sekitar 88 juta blogger di dunia.
Beberapa tempat di dunia yang memiliki jumlah aktivitas blogging yang intens, yang disebut majalah Bussines Week disebut “Sabuk Blog Dunia”. Ada empat kota di Asia mendapat penilaian sebagai “Sabuk Blog Dunia” karena sebagai bentuk kemajuan perkembangan tercepat disebabkan tingginya aktivitas posting dan komentar blog.
Aktivitas ini tentunya karena infrastruktur internetnya sudah terbangun, kemudahan akses internet yang didukung tarif yang sangat murah dan inetnya yang bisa dinikmati secara lebih merata oleh penduduk di daerah tersebut. Aktivitas blogger di negara-negara berkembang yang ditunjukkan seperti kota Mumbai, Jakarta dan Mexico City tidak bisa dianggap sebelah mata, karena masyarakatnya sudah terbiasa dengan mainan yang disebut blogg.
Melihat dan merasakan perkembangan yang ada, apakah menjadikan bahwa kita sangat-sangat tertinggal dalam penyampaian informasi dan komunikasi dalam dunia maya pada bidang pendidikan?. Mengapa para guru harus segera “aware” dengan blog dalam menyampaikan content unggulan materi pengajaran atau hasil penelitian kepada murid-muridnya?

Sabtu, Desember 27, 2008

Mencakar Langit Menahan Gempa


Replika Miniatur Gedung Pencakar Langit

Penelitian Tindakan Kelas bagi siswa-siswa SMA di SMA Nur Hidayah Surabaya yang menginspirasikan ide dan menciptakan kreatifitas dalam pembuatan maket miniatur gedung pencakar langit yang disosialisasikan kepada masyarakat Surabaya bahwa kegiatan pembangunan di Surabaya saat ini diharapkan tidak lagi melebar namun lebih kearah vertikalisasi karena keterbatasan tanah di wilayah kota Surabaya yang semakin terbatas